Ketika kebahagiayaan telah terbang bersama cinta


Berawal pertemuan itu saat dia membawa cintanya untuk menjemput cintanya yang telah lama mati dan dia membangkitkanya lagi dengan ketulusan cinta yang terpencaran dari wajah dan senyumnya, ikitan cinta pun telah di mulia dari yang bahagai itu dan terus mereka jalani dengan jarak yang salang memisahkan mereka tapi komini kasih terus mereka gunakan sebagai lambang ikatan cinta mereka. Mereka melepas rindu hanya lewat komunikasi dan hanya waktu dia liburan meraka bisa ketemu itu pun hanya dengan hitungan waktu yang sangat singkat.

Pada waktu hubungannya semakin menjauh akibat kontak sangat jarang dan akibat faktor yang benar-benar tidak bisa untuk menghubunginya lagi hanya satu bulan tidak ada hubungan kontak dengan dia cinta mereka menjadi permusuhan dan ahirnya hubungan mereka sampai di sini. Jalinan hubungan mereka sudah setahun tapi sang kholik berkehendak lain.

Kini semunya telah sirna berasama cinta yang tlah pudar dalam hatinya dan tiada kata untuk bisa kembali lagi bersamannya kerena kekecewaan yang amat dalam dirasakan sawaktu masih bersamanya, waktu merubah semuannya yang telah ada, dia begitu bahagainya dengan pendamping yang salalu di impikannya, bisa menemani satiap hari, canda tawa tiap waktu dan selalu ada kebagaiaan berasamanya.

Dalam kehidupan sekarang dirinya jauh lebih tenan tapi rasa ingin kembali lagi berasamanya tumbuh beberapa saat tapi itu hanya bisa di hitng oleh waktu. Dia kini telah menemukan arti cinta yang sebenarnya, cinta bukan hanya manis di bibir tapi cinta ketulusan lembut yang terpancara dari lubuk hari seseorang, cinta bukan sebagai permainan yang setiap waktu di mainkan seorang anak kecil tapi cinta kehidupan abadi yang hidup dalam jiwa dan takkan pernah mati. Arti cinta yang telah lama dia perhatikan adalah ketulusan, keyakinan, kepercayaan yang tumbuh dan bersemayam dalam jiwa seorang yang sedang memadu kasih

Cinta bikanlah kata-kata indah yang keluar dari mulut tapi canta sejati adalah kata yang keluar dari dalam hati yang tardalammdan mencnitainya tulus apa adanya tak memandang jarak yang memisahkan mereka”

Categories: Puisi | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: